Semarak Ramadan Bersama Imam Muda

Oleh: Daarul Qur'an ( Admin Daarul Qur'an)

Tarawih 300 Masjid berlangsung serentak di Tanah Air dan Luar Negeri. Di Indonesia sendiri, akan diselenggarakan di masjid-masjid populer makmur jamaa

43.53%
Rp. 43.533.605
210
0 Hari lagi
SHARE

 

Tak terasa, Ramadan sudah di depan mata. Umat muslim pasti berlomba-lomba mencari pahala. Sebab di bulan suci yang penuh berkah ini, setiap ibadah akan diganjar dengan pahala berlipat.

PPPA Daarul Qur’an pun ikut menyemarakkan bulan penuh ampunan ini dengan menggelar Tarawih 300 Masjid. Imam-imam muda alumni Daarul Qur’an akan dikirim ke masjid-masjid yang menjadi lokasi salat Tarawih  berjamaah.


(Dokumentasi :
Alif Fitra sedang mengimami para perwira angkatan laut dan konsultan Indonesia di atas Perarian Lebanon)

Raod Show Imam Muda bertujuan memenuhi syarat pokok dan afdholiyah seorang imam, seperti hafizh Qur’an dan merdu suaranya serta mampu mentadabburkan ayat-ayat yang dibacakannya.

Tarawih 300 Masjid berlangsung serentak di Tanah Air dan Luar Negeri. Di Indonesia sendiri, akan diselenggarakan di masjid-masjid populer makmur jamaah. Sedang di luar negeri, digelar di masjid-masjid yang merupakan sentral ibadah para pekerja imigran asal Indonesia seperti Korea Selatan, Hong Kong dan Jepang.

Yuk ikut berlomba-lomba mencari pahala dengan mendukung Tarawih 300 Masjid. Program ini mengajak masyarakat memuliakan Al Qur’an karena mendukung syiar para imam muda nan hafizh Qur’an.

Agar Masjid anda juga dikunjungi oleh kami segera daftarkan dengan klik disini 


(Dokumetasi : Santri Daarul Qur’an Alif Fitra sedang menjadi Imam Tarawih di Masjid KBRI Lebanon)

Untuk Mendukung Program ini Caranya :

1. Klik tombol "SEDEKAH SEKARANG"
2. Pilih "NOMINAL" dengan klik "Panah Bawah" dan Sertakan Doa.
3. Isi form yang sudah tersedia dengan benar
4. Pilih metode pembayaran (Transfer Bank BCA, BRI, Mandiri, BNI Syariah dan BNI Virtual Account) dan jika sudah login bisa menikmati fasilitas "Komitmen Sedekah"
5. Transfer sesuai dengan kode unik yang terdapat di invoice yang sudah dikirim melalui email atau sms.

6. Jika menggunakan metode pembayaran BNI Virtual Account diharapkan sesuai dengan total biaya yang sudah ditambahkan dengan biaya admin bank.
7. Dapatkan update laporan program via email dan pastikan email Daarul Qur'an berada di kotak masuk/primary Anda.
(**Jika Anda mengalami kesulitan bisa mengirimkan pesan chat kepada kami dengan klik "Tombol Bantuan")

(Update 9) Buka Puasa Bersama Imam Muda di Sipelot

Suasana Ramadan begitu terasa di Kampung Qur’an Sipelot, Malang, Jawa Timur, Senin (28/5). Acara buka puasa bersama santri dan masyarakat Sipelot yang digelar PPPA Daarul Qur’an Malang pun disambut baik dan sangat meriah.

Bakda Ashar para santri mulai berdatangan untuk persiapan tempat acara. Meski sedang berpuasa santri sangat antusias membantu untuk menyapu halaman masjid, menggelar karpet dan menyiapkan takjil buka puasa.

Sumber : Dokumentasi buka puasa bersama santri Kampung Quran Sipelot Malang 

Serangkaian acara menarik dibuka dengan pembacaan basmalah. Acara dibuka dengan pembacaan tilawah surat Ar Rahman yang dibacakan salah satu santri binaan Ustad Miftah di kampung Qur'an ini.

Kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Nahar Zainuddin, selaku tim program PPPA Daarul Qur'an Malang. Untuk menyambut momen spesial tersebut turut hadir Ahmad Rovicki, santri pesantren Tahfizh Daarul Qur'an Takhassus Cinagara yang menjadi imam muda untuk memimpin salat mulai dari Qiamul Lail sampai Tarawih di beberapa kota di Jawa Timur.

"Semoga dengan kehadiran santri imam muda Daarul Qur'an, dapat memotivasi santri di Kampung Qur'an Sipelot untuk mulai menghafal qur'an," tutur Nahar dengan senyum hangatnya.

Tak sampai disitu, rupanya para santri Kampung Qur'an Sipelot sudah mempersiapkan penampilan tarian spesial. Tanpa malu empat santri menari menghibur semua masyarakat yang turut hadir memeriahkan acara buber kemarin.

Meski tempat sederhana dan kondisi listrik yang tetiba padam, tak mengurangi semangat buka puasa bersama. Serangkaian acara buka puasa bersama berjalan lancar dan ditutup dengan pembacaan doa serta buka puasa takjil bersama. Semoga para santri semakin giat untuk menghafal Qur'an. Aamiin.

 

(Update 8) Imam Muda Mengudara

Usai menghadiri undangan dari salah satu masjid di kawasan Perumahan Green Like Surabaya sebagai imam salat Isya, Tarawih dan motivasi, imam muda Daarul Qur’an melanjutkan perjalanan dakwahnya ke salah satu Radio Muslim terbesar di Jawa Timur dan terbesar ketiga se-Indonesia yaitu Suara Muslim Surabaya, Rabu (23/5). Dakwah di radio bagi imam muda adalah kali pertama. Namun hal tersebut tidak membuat mereka berkecil hati untuk tetap syiar dakwah menyampaikan kabar baik yaitu Al Qur’an.


Sumber : Dokumentasi PPPA Daarul Qur'an Surabaya sedang tadarus di radio Surabaya

Melalui Radio Suara Muslim Surabaya, imam muda yang diwakili Fiqhan Al Amada dan M Rijal Habibi menyapa masyarakat Jawa Timur dalam program tadarus on air dan dialog interaktif dengan pendengar radio.

Di penghujung acara, imam muda mengajak seluruh masyarakat untuk selalu dekat dan menyempatkan baca Alqur’an khususnya di Ramadan ini. “Karena dengan kita dekat dengan Alqur’an, pertanda bahwa kita cinta dengan Alquran. tentu Alquran pun akan cinta dengan kita dan insya Allah memberikan syafaat kelak di yaumil akhir,” ujar Fiqhan.

Imam muda merupakan program syiar dakwah Qur’an yang diinisiasi PPPA Daarul Qu’ran yaitu dengan menghadirkan para penghafal Al Qur’an usia belia untuk menjadi imam dalam salat mulai dari Qiamul Lail sampai Tarawih. Mereka juga berbagi pengalaman selama proses menempa diri menjadi para penghafal Al Qur’an.

Event ini bertujuan untuk berbagi semangat dan motivasi menjadi penghafal Al Qur’an, Melatih dan meningkatkan kepercayaan diri para imam muda, syiar dan sarana dakwah kepada masyarakat selama Ramadan.

Imam Muda Daarul Qur’an adalah para santri Penghafal Qur’an dari Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an yang terpilih melalui proses audisi dan karantina, sehingga mereka mempunyai kapasitas untuk dapat diterjunkan dalam medan dakwah di masyarakat secara langsung, dari ujung Sumatera hingga Papua bahkan ditempatkan di luar negeri.

Proses Audisi dan Karantina ini mencakup kriteria tahfizh Qur’an, keindahan suara dalam melantunkan ayat suci Al Qur’an serta pengalaman menjadi imam baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

 

(Update 7) Imam Muda yang Dirindukan 

Sempat terjadi ketegangan ketika Dwiki Putra Utama yang merupakan imam muda Daarul Qur’an menyudahi kultumnya usai memimpin salat Tarawih dan akan melanjutkan salat Witir di Masjid At Taqwa, Desa Kedaton, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Minggu (20/5). Di bagian shaf jemaah laki-laki, salah satu orang tetiba berdiri dan melontarkan suara lantang penuh kekecewaan yang ditujukan kepada Dwiki dan takmir masjid, sontak membuat seluruh jemaah kaget dan tegang tanpa kecuali imam muda.


Sumber : Dokumentasi Roadshow imam Muda bojonegoro

Kejadian itu membuat Amir Al Hakim pendamping imam muda  Daarul Qur’an mempersilakan sang bapak untuk meyampaikan maksudnya. Dengan nada tinggi, lelaki paruh baya itu pun meminta agar kajian bersama imam muda tak berlangsung singkat. Bila perlu dilanjutkan dengan acara tanya jawab agar rasa rindu warga dengan sosok imam muda yang telah sangat dinantikan ilmu dan kehadiranya, terbayarkan. Atas kesepakatan bersama, acara tanya jawab pun dilaksanakan meski dibatasi untuk tiga penanya.

Ketika Dwiki akan beranjak berdiri, kali kedua dibuat kaget dengan adanya suara yang cukup mengharukan dari salah satu jemaah perempuan. Ibu Inis sapaan akrabnya, ia mengajukan satu permohonan kepada Dwiki agar warga Desa Kedaton diberikan kesempatan untuk menikmati salat dengan bacaan yang jauh lebih panjang dan syahdu lagi dari imam muda  Daarul Qur’an ini.

Dwiki pun bersedia memberikan hadiah bacaan yang lebih panjang dan syahdu saat salat Witir. Imam muda dari Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an Tangerang itu pun mendoakan masyarakat Kedaton khususnya jemaah yang hadir. "Semoga seluruh masyarakat Kedaton dapat menunaikan ibadah haji dan umrah serta memiliki anak keturunan yang hafizh Qur’an sehingga keberkahan akan dirasakan lantaran banyaknya penghafal alquran yang lahir di desa tersebut," harapnya.

Suasana kekeluargaan nampak sangat kental saat itu. Usai rangkaian acara buka puasa bersama, salat Tarawih dan Witir, jemaah pun tak mau kehilangan kesempatan untuk berfoto bersama dan menyalami Dwiki. "Semoga kegiatan yang sangat baik dan bermanfaat ini tidak hanya cukup sampai di sini, tapi tetap berkelanjutan baik mingguan maupun bulanan," harap Lurah Desa Kedaton, Haryanto di penghujung acara.

 

(Update 6) Jejak Imam Muda di Perbatasan Indonesia-Malaysia

Ramadan telah memasuki hari ke-enamnya. Perjalanan para imam muda untuk mendawamkan Qur'an pun semakin menantang sebab tak hanya kota-kota besar yang mereka kunjungi tapi juga ke kampung-kampung kecil di pelosok Indonesia.

Sebut saja Farhan Alfarizi dan Azhar Khalid, para santri Pesantren Tahfizh Daarul Qur'an Tangerang itu harus menyebrangi lautan selama hampir tiga jam dari Tarakan, Kalimantan Utara (Kaltara) untuk sampai ke Pulau Sebatik yang merupakan pulau perbatasan Indonesia-Malaysia.

Kehadiran para imam muda pun disambut baik masyarakat Pulau Sebatik khususnya anak-anak, mereka terinspirasi untuk menjadi penghafal Alqur’an setelah para imam memimpin salat Isya dan tarawih berjamaah di Masjid Nurul Huda, Pulau Sebatik.

“Masyarakat sangat antusias sekali dan ingin anak-anak juga bisa seperti imam muda, malahan pada minta mereka kalau bisa jangan cuma satu malam saja,” ujar Koordinator PPPA Daarul Qur’an Cabang Kaltara, Muhammad Ilham.

Farhan Alfarizi salah satu imam muda mengaku bahagia bisa berbagi motivasi Qur'an kepada masyarakat Pulau Sebatik. Begitu pula dengan Azhar Khalid, perjalanan panjang menyebang dari laut satu ke laut yang lain tak sebanding dengan pelajaran hidup yang ia dapat dari setiap langkahnya di kepulauan Kalimantan itu.

Alhamdulillah bisa sampai ke perbatasan Indonesia-Malaysia, bisa menginjakkan kaki di negara Malaysia meskipun di perbatasannya saja,” ucap Azhar.

Farhan dan Azhar akan terus berjelajah ke masjid-masjid di kepulauan Kalimantan hingga 29 Ramadan nanti. Begitu pula langkah puluhan imam muda lainnya di seluruh penjuru Indonesia dan beberapa negara di Asia untuk menebar dakwah dan memotivasi masyarakat agar mencintai Alqur’an dan menjadikannya pedoman hidup.

Seluruh masyarakat, donatur dan jemaah PPPA Daarul Qur'an bisa terlibat mendukung dakwah para imam muda dengan berdonasi di sedekahonline.com.
 

(Update 5) Roadshow Mobile Qur'an Bersama Imam Muda

Siang itu, cuaca cukup terik namun tidak menjadi penghalang anak-anak untuk menghadiri acara yang begitu mereka nantikan yakni Roadshow Mobile Qur'an (MoQu) bersama Kampung Dongeng SumSel dan Imam Muda Daarul Qur'an, Rumah Qur'an Madani, Talang Kramat, Banyuasin, Sumatera Selatan, Sabtu (19/5).

Ketika acara dimulai, anak-anak tampak antusias mengikuti. Penampilan dari para santri imam muda yang membawakan hafalannya semakin memotivasi bocah-bocah mungil di Rumah Qur"an Madani untuk menjadi penghafal Alqur'an. Ditambah pertunjukkan dongeng dari Kak Ninuk dan atraksi sulap dari Kak Dwi makin memeriahkan acara. Raut bahagia tampak dari wajah anak-anak.

Ketua Rumah Qur'an Madani, Ummu Syafa tak menyangka akan kehadiran imam-imam muda dalam Roadshow MoQu. Kami benar-benar senang kedatangan kakak-kakak imam muda dan MoQu. Saya harap, kegiatan seperti ini sering-sering dilakukan karena sangat bermanfaat untuk mereka mengingat bukan anak-anak saja yang hadir tetapi juga ibu-ibu yang ada di sekitar rumah Qur'an, ucapnya.

Selain Rumah Qur'an Madani beberapa tempat yang telah dikunjungi dalam Roadshow MoQu ini juga telah dilaksanakan di Rumah Belajar Al Ikhlas, PAUD Najmah, PAUD Anak Bangsa, dan MI Mujahidin. Andiwijaya, penanggung jawab kegiatan mengatakan Roadshow MoQu bersama Kampung Dongeng SumSel ini akan dilaksanakan selama bulan Ramadan di berbagai sekolah, PAUD, TK/TPA, rumah Qur'an di kota Palembang.

"Roadshow Mobile Qur'an kami gelar sebagai syiar dakwah untuk mengajak anak-anak dan orangtua dekat dan cinta Al Qur'an,ucapnya.


(Update 4) Geliat Imam Muda di Penjuru Dunia

Pagi itu, tak seperti biasanya, beberapa santri berbondong-bondong membawa tas ransel, sejumlah perlengkapan telah ditata rapi, pertanda sebentar lagi mereka akan pergi. Panitia berjalan kesana kemari mempersiapkan segala tiket dan kebutuhan santri.

Sedari pagi buta, mereka sudah berkumpul di Pesantren Tahfizh Daarul Qur'an, Tangerang, Jumat (18/5). Mereka telah siap berangkat ke daerah penempatan untuk menjadi imam selama Ramadan.

Pukul 10.30, desingan mesin pesawat telah terdengar, puluhan santri berkopyah tengah duduk di ruang tunggu Bandara Soekarno Hatta. Perjalanan dakwah sebagai imam muda telah mereka mulai. Rasa senang sekaligus deg-degan, campur aduk beradu di benak para santri.

“Sebagian santri sudah berangkat ke berbagai daerah seperti Papua, Yogyakarta, Malang, Surabaya, Palembang, Medan, Kepulauan Riau, Makassar dan Nusa Tenggara Timur (NTT) serta berbagai daerah lain yang telah ditentukan, ujar Irfan Yudha Satriya, Ketua Pelaksana Roadshow Imam Muda.

Ia bersyukur kehadiran para imam muda Daarul Qur'an diterima dengan baik oleh masyarakat di daerah-daerah penempatan. Alhamdulillah, semangat para santri mendawamkan gerakan tahfizhul Qur'an membuat masyarakat mulai dari orang tua sampai anak-anak tergugah untuk menghafal Al Qur'an, Subhanallah, ucap Irfan.

Dukung dan terlibat dalam dakwah imam muda di penjuru dunia dengan klik sedekahonline.com.
 

(Update 3) Ramadan Bersama Putra Imam Masjidil Haram

Alhamdulillah, Ramadan kali ini PPPA Daarul Qur'an kedatangan dua Syeikh dari Arab Saudi, mereka adalah Syeikh Abdul Aziz Bandar Balilah dan Syeikh Osamah Muhammad Ramzan. Kedua Imam Masjid di Jazirah Arab itu akan mengunjungi masjid-masjid di Indonesia selama Ramdan 1439 H.

Syeikh Abdul Aziz sendiri adalah Imam Masjid Jami Al Hakim Makkah Al Mukarramah, ia merupakan putra Imam Masjidil Haram Syeikh Bandar Balilah. Sementara itu, Syeikh Osamah ialah Muadzin Masjid Hasan Syathoh Madinah Munawarrhoh.

Setiap tahunnya Indonesia selalu kedatangan ulama-ulama dari Timur Tengah. Hal itu lantaran kedekatan mereka dengan Dewan Pembina PPPA Daarul Qur’an KH Yusuf Mansur yang sejak 10 tahun lalu bergabung di Lembaga Tahfizh Internasional.

Awal Ramadan pada Rabu (16/5), keduanya akan menjadi imam dan muadzin di Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an, Ketapang, Tangerang, Banten. Setelah itu, Syeikh Abdul Aziz dan Syeikh Osamah akan Roadshow ke Yogyakarta (17-18 Mei), Solo (19 Mei), Surabaya (20 Mei) dan Makassar (21-22 Mei)

Selanjutnya pada 23 Mei kembali ke Jakarta untuk melakukan perjalanan ke Bogor dan Bandung. Di kota-kota tersebut para Syeikh akan menjadi Imam salat Isya dan Tarawih berjamaah. Syeikh Abdul Aziz dan Syeikh Osamah dijadwalkan kembali ke Jeddah pada Sabtu (26/5).

“Semoga kehadiran keduanya dapat menyemarakkan Ramadan 1439 H dan membuat seluruh masyarakat di kota-kota yang dikunjungi Syeikh Abdul Aziz dan Syeikh Osamah semakin semangat beribadah di bulan suci dan mulia tersebut,” ujar General Manager Marketing Support PPPA Daarul Qur’an Irfan Yudha Satriya.

(Update 3) Langkah Imam Muda Wujudkan Dream 5 Benua

Tak seperti tamu hotel pada umumnya, sebagian dari mereka ada yang memakai baju koko, sebagian pula memakai jubah, sebagian lagi memakai sarung, sedangkan peci sudah menjadi sebuah benda wajib yang harus ada di kepala. Setelah dua hari menjalani karantina di Hotel Siti Tangerang, rupanya siang itu para santri bergiliran turun menaiki lift sembari menenteng tas-tas yang telah mereka kemas. Sebelum meninggalkan hotel, mereka mendapatkan pesan dan amanah dari Direktur Eksekutif PPPA Darul Qur’an Tarmizi As Shidiq, Selasa (8/5).

(Sumber : Direktur Eksekutif PPPA Darul Qur’an Tarmizi As Shidiq sedang memberikan motivasi Dream Daqu)

“Roadshow Imam Muda ini sebagai fasilitas para santri untuk mengembangkan diri. Teman-teman difasilitasi di masjid-masjid besar yang jamaahnya banyak. Ini adalah satu ajang untuk pengembangan diri dalam masyarakat. Maka potensi dan kesempatan ini buat adik-adik semua harus dimanfaatkan dengan baik,” ujarnya di hadapan para santri.

Menurutnya, Roadshow Imam Muda merupakan salah satu langkah untuk mewujudkan mimpi mendawamkan Al Qur’an di lima benua (Dream 5 Benua). Mimpi tersebut tentu akan terwujud jika semua komponen Daarul Qur’an ikut merajut dan membangun secara bersama-sama. “Berbahagialah buat para santri yang mendapat kesempatan keluar negeri seperti Jepang, Korea, Taiwan dan yang berada di daerah-daerah di Indonesia. Tujuan kita di sini adalah bagaimana sebanyak-banyaknya menghasilkan orang seperti anda semua, yang hafal Al Qur’an dan tersebar di seluruh dunia,” tutur Tarmizi.

Sebelum para santri diberangkatkan pada Ramadan nanti, amanah dan pembekalan telah disampaikan para ustad. Mengingat, menjadi imam adalah menjadi pemimpin yang memikul suatu tanggung jawab terhadap makmum.

Para imam muda, menurut Tarmizi harus pandai menjaga adab serta membaur dengan masyarakat. “Berdakwalah dengan adab, karena pengaruh adab atau contoh yang baik lebih luar biasa daripada ceramah. Selanjutnya, bangunlah jaringan dengan masyarakat serta bawalah virus-virus menghafal Al Qur’an kepada mereka, karena kita ingin memberi sebanyak-banyaknya anak Indonesia Beasiswa Hafal Qur’an,” ucapnya.

 

(Update 2) Semarak Imam Muda di Bandung

Ramadan tinggal menghitung hari, detik demi detik tak terasa terlewati hingga akhirnya kita akan bertemu kembali dengan bulan istimewa itu. Bulan dimana dosa-dosa diampuni, Rahmat dan Maghfiroh diturunkan serta malam lailatul Qadar yang lebih baik dari seribu bulan.

Tentunya kita tidak ingin Ramadan berlalu begitu saja, apalagi tidak ada jaminan kita dapat bertemu kembali dengan Ramadan selanjutnya. Maka kita harus mempersiapkannya dengan baik, salah satunya mengkaji amalan-amalan Rasulullah saat Ramadan agar kita bisa maksimal dalam beribadah.

(Sumber : Tausiyah Imam Muda di Bandung)

Seperti yang dijelaskan Ustad Ahmad Irfan saat mengisi acara Tarhib Ramadhan yang diselenggarakan PPPA Daarul Qur'an Bandung, Ahad (6/4). Acara ini diselenggarakan sebagai persiapan dalam menyambut Ramadan. Ustad Irfan menjelaskan, amalan-amalan yang dilakukan Rasulullah saat Ramadan diantaranya menyempurnakan ibadah wajib, mengerjakan sunah seperti salat Dhuha, Tahajud, ba'diyah Qabliyah, dan tentunya perbanyak tilawah juga bersedekah.

"Apalagi, dibulan Ramadan ini pahala akan dilipatgandakan, tentunya kita jangan menyia-nyiakan kesempatan ini, InsyaAllah derajat kita akan dinaikan Allah," tuturnya.

Spesial juga hadir Hikman Faqih Al-Hafizh, santri jebolan Pesantren Tahfizh Daarul Qur'an yang menjadi salah satu talent dari Roadshow Imam Muda. Roadshow ini merupakan salah satu program khidmat Daarul Qur'an untuk umat yang bertujuan memenuhi syarat pokok dan afdholiyah seorang imam, seperti hafizh Qur'an dan merdu suaranya serta mampu mentadabburkan ayat-ayat yang dibacakannya. Semua jamaah terhanyut saat mendengarkan lantunan surat Ar-Rahman yang dibacakan oleh Faqih.

"Alhamdulillah, semakin tahu ilmu amalan-amalan Rasulullah, semakin bersemangat untuk mengamalkannya," ungkap Teh Lala dengan penuh semangat.

Semoga kita senantiasa mempersiapkan diri, mental dan hati yang gembira untuk menyambut dan mempersiapkan target ibadah agar kita termasuk salah satu golongan yang bertakwa. Aamiin.

(Update 1) Karantina Imam Muda

Derap langkah para ikhwan itu meramaikan salah satu sisi ruangan di Hotel Siti, Tangerang, Senin (7/5). Sekitar 70 pasang mata tertuju dalam satu fokus yang sama. Mereka adalah para imam muda Daarul Qur’an. Menjelang Ramadan, mereka diberi bekal sebelum terjun langsung ke masyarakat menjadi imam salat mulai dari Qiamul Lail, salat wajib dan Tarawih.

Hari pertama yang dilalui saat karantina cukup padat. Beberapa agenda disiapkan untuk pembekalan khusus para imam. Pagi hari, mereka belajar public speaking bersama Ustad Muhaimin Al Hafizh, dilanjut dengan materi Halaqah hingga malam hari, diantaranya yakni Halaqah Tajwid, Halaqah Nagham dan Halaqah Tahsin.

Antusias para calon imam muda ini nampak tinggi, pasalnya berbagai seleksi dilakukan agar bisa mengikuti momen ini, sebuah momen yang tidak semua santri bisa turut andil. “Saya merasa bersyukur dan bangga bisa mengikuti pelatihan imam muda ini, karena tidak semua santri bisa mengikuti, hanya santri-santri pilihan,” ujar Ahmad Alwan salah satu calon imam muda yang berasal dari pondok pesantren Darul Qur’an Bandung.

Selasa (8/5), kegiatan peserta dilanjutkan dengan materi Fiqih Salat dan beberapa arahan dari para ustad. Sebelum penutupan, peserta akan mendapatkan arahan dari Direktur Eksekutif PPPA Daarul Qur’an Tarmizi As Shidiq.

Ketua Pelaksana Roadshow Imam Muda Irfan Yudha Satriya mengatakan, para imam berasal dari pesantren pusat maupun cabang Daarul Qur’an yang ada di Indonesia. Namun kebanyakan dari mereka telah memiliki pengalaman menjadi imam di masjid-masjid besar Nusantara sampai ke luar negeri seperti Jepang, Korea, Hongkong, Turki, Amerika Serikat dan sejumlah negara lainnya.

Alhamdulillah sejak kami umumkan roadshow bulan lalu, banyak sekali pengurus masjid yang merequest para imam dan saat ini sudah full booking. Tahun ini, Roadshow Imam Muda kami tetapkan di 300 masjid yang sudah mendaftar melalui  bit.ly/roadshowimammuda,” tuturnya.

Irfan berharap, Roadshow Imam Muda di 300 masjid bermanfaat bagi umat sekaligus melebarkan sayap dakwah Qur’an dari kota hingga pelosok Indonesia. “Bagi masyarakat, donatur dan jemaah yang ingin terlibat mendukung dakwah Qur’an para imam bisa langsung klik sedekahonline.com,” ujarnya.

100.000

Roadshow Imam Muda Makassar
11 June 18


100.000

Roadshow Imam Muda Makassar
06 June 18


400.000

Roadshow Imam Muda Makassar
06 June 18


500.000

Roadshow Imam Muda Makassar
30 May 18


500.000

Roadshow Imam Muda Makassar
30 May 18


TAMPILKAN DONATUR LAINNYA

SHARE