Ruang Kelas untuk Rumah Tahfizh Tunanetra

Oleh: Daarul Qur'an ( Admin Daarul Qur'an)

Panas menyengat menyinari kota Bogor itu kala tim PPPA Daarul Qur’an Bogor memasuki gang kecil di kawasan Tajur, Bogor Timur, Rabu (11/10)

100%
Rp. 32.521.138
194
0 Hari lagi
SHARE

 

 

Panas menyengat menyinari kota Bogor itu kala tim PPPA Daarul Qur’an Bogor memasuki gang kecil di kawasan Tajur, Bogor Timur, Rabu (11/10). Sesekali tim harus berhenti, memberi jalan sepeda motor yang melintas di Gang Badak Kampung Muara, kediaman pasangan tunanetra, Erni Juhanah (55 tahun) dan Olim Sukmawijaya (61), yang hari itu diubah menjadi ruang kelas khusus tunanetra.

 

Setiap Rabu, ruang tamu yang biasanya menerima pasien pijit, kini dipenuhi belasan sampai puluhan tunanetra untuk belajar mengaji. Nurul Qolbi memang bukan rumah tahfizh biasa. Ke 36 santrinya tunanetra, termasuk Erni dan pengajar lainnya. Jadwal belajarnya pun hanya seminggu sekali, setiap Rabu pukul 08.00-12.00. Maklum, yang belajar di sana rata-rata berprofesi sebagai pemijat panggilan, seperti halnya sang guru, Bunda Erni dan suami.

“Belajar di sini tantangannya luar biasa.Mereka datang ke sini saja memerlukan biaya transportasi yang besar karena ada yang dari Sukabumi dan Depok. Naik angkot dari luar Bogor. Berapa biaya transpor yang harus mereka keluarkan? Padahal berapa sih penghasilan tukang pijat panggilan? Dan belum tentu setiap hari ada pasien pijat,” ujar Bunda Erni sapaan akrabnya.

Sudah enam tahun Rumah Tahfizh Nurul Qolbi berjalan dan menggunakan fasilitas seadanya di rumah Bunda Erni. Tanpa mengharap imbalan dan tak menarik iuran. Padahal, selaku tuan rumah, puluhan cangkir kopi atau teh hangat sudah pasti ia suguhkan.

“Dari pertama berdiri sampai sekarang yang aktif belajar berjumlah 36 orang. Kalau memang ada yang tidak datang, paling-paling alasannya karena tidak punya ongkos atau harus mencari order pijat supaya dapur tetap ngebul. Tapi Alhamdulillah, walaupun sebagian besar masih mengulang hafalan Juz Amma, ada juga yang berprestasi,” tuturnya.

Saat ini, untuk menampung 36 santri yang datang, kapasitas rumah petak Bunda Erni memang sudah tak memadai. Ruang tamu yang hanya berukuran 3x3 meter terasa sesak dan mampu menampung. PPPA Daarul Qur’an mengetuk nurani para donatur untuk membantu perjuangan Erni dan suami membina para tunanetra. Yang dibutuhkan saat ini adalah menyediakan rumah kontrakan yang bisa digunakan sebagai ruang kelas. Sesederhana itu impian Bunda Erni.

Bantu Bunda Erni wujudkan mimpi punya ruang belajar Qur’an untuk santri tunanetra melalui sedekahonline.com.
1. Klik tombol "SEDEKAH SEKARANG"
2. Pilih "NOMINAL" dengan klik "Panah Bawah" dan Sertakan Doa.
3. Isi form yang sudah tersedia dengan benar
4. Pilih metode pembayaran (Transfer Bank BCA, BRI, Mandiri, BNI Syariah dan BNI Virtual Account) dan jika sudah login bisa menikmati fasilitas "Komitmen Sedekah"
5. Transfer sesuai dengan kode unik yang terdapat di invoice yang sudah dikirim melalui email atau sms.
6. Jika menggunakan metode pembayaran BNI Virtual Account diharapkan sesuai dengan total biaya yang sudah ditambahkan dengan biaya admin bank.
7. Dapatkan update laporan program via email dan pastikan email Daarul Qur'an berada di kotak masuk/primary Anda.
(**Jika Anda mengalami kesulitan bisa mengirimkan pesan chat kepada kami dengan klik "Tombol Bantuan")

Update 1, Menghafal Qur'an dalam Keterbatasan

Sa'adah (48) adalah seorang wanita tunanetra yang kuat. Kekurangan fisik yang dimilikinya, tak menyurutkan Sa’adah untuk menghafal Alqur’an. Kini hafalannya sudah 5 juz. Setiap Rabu, ia membacakan hafalannya di Rumah Tahfizh Nurul Qolbi 2 Tajur, Bogor.

Bu Adah sapaan akrabnya, tak pernah mengeluh menjalani kehidupan. Suaminya hanya pengrajin anyaman bambu yang di zaman milenial ini sudah tak lagi selaris dulu. Ibu dua anak itu ikhlas menerima apapun yang Allah berikan kepadanya.

“Bu Adah harus menempuh perjalanan jauh dari Parung Kuda (Sukabumi) untuk menghafal Alqur’an di Nurul Qolbi. Subhannallah,” ujar Kepala Cabang PPPA Daarul Qur’an Bogor, Diki Alaudin. 

Semangat Bu Adah begitu kuat untuk belajar dan menghafal Alqur’an meskipun dalam keterbatasan. Bersama puluhan penyandang tunanetra lainnya dari berbagai wilayah di Bogor, Depok, Jakarta dan Sukabumi, mereka rutin berkumpul dan mengaji di Rumah Tahfizh Nurul Qolbi 2.

Sudah enam tahun Rumah Tahfizh Nurul Qolbi 2 berdiri dengan fasilitas seadanya. Saat ini, sudah 36 santri tunanetra yang belajar dan menghafal di sana. Kapasitas rumah tahfizh yang hanya rumah petakan memang sudah tak bisa menampung para santri.

“Karena itu PPPA Daarul Qur’an mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk memberikan ruang kelas yang layak untuk santri-santri tunanetra ini punya ruang kelas yang layak dengan klik sedekahonline.com,” ucap Diki.

345.678

Hamba Allah
26 November 18

Ya Allah lindungilah keluarga kami dari api neraka, berkahilah rezeki kami di dunia. Amiin...


100.000

Hamba Allah
25 November 18

Bismillahirrahmanirrahim


100.000

Sardjananto
24 November 18

Sehat selamat dunia akhirat. Semua kontrak segera terbayarkan 100% tanpa hambatan tanpa masalah semua pemangku nyaman. Aamiin Ya Rabb


100.000

Hamba Allah
24 November 18

Ya Allah, sempurnakanlah akhlak kami sebagaimana engkau sempurnakan fisik kami. Berikanlah semangat menghafal Al Quran kepada kami ya Allah, jadikanlah kami hafiz hafizah yang Engkau Mulyakan ya Allah, yang hatinya bersih, taat tunduk patuh merendah dihadapan Engkau Ya Rab, jadikanlah hati kami, sangat sangat saaaangat mencintai Engkau Ya Allah Ya Rab, Mencintai Nabi Muhammad SAW dan mencintai Al Quran Al Kariim. aaamiiin


100.000

Hamba Allah
23 November 18


TAMPILKAN DONATUR LAINNYA

SHARE