Bersama Bantu Rohingya

Oleh: Daarul Qur'an ( Admin Daarul Qur'an)

BANGUN KEMBALI MADRASAH DI CAMP TANGKALI DAN BALUKHALI, BANGLADESH.

27.86%
Rp. 27.855.173
130
8 hari Lagi
SHARE

 


(Sumber : Dokumentasi Tim Kemanusiaan PPPA Daarul Quran)

Alhamdulillah update pengumpulan Donasi Program "Kita bersama Rohingya" dari tanggal 01 September sampai 31 Oktober 2017 tercapai sebesar Rp 173.280.372,-  terimakasih kepada donatur yang sudah mendukung program kami.

BANGUN KEMBALI MADRASAH DI CAMP TANGKALI DAN BALUKHALI, BANGLADESH

Raut wajah terpapar sumrigah saat tim kemanusain PPPA Daarul Quran datang bersama tim lokal untuk membangun Madrasah di Camp Thaingkali dan Balukhali. Tempat ini akan mereka gunakan untuk sarana belajar dan mengahafal Al Qur’an.

Senyum kecil itu terlihat dari bocah-bocah pengungsi Rohingya yang tanpa dosa dan polos ini.

Madrasah  sederhana ini  dibangun untuk mengembalikan semangat mereka mengarungi hidup yang keras. Menyalakan cita-cita mereka yang sempat redup.


(Sumber : Dokumentasi Tim Kemanusiaan PPPA Daarul Quran)

Ayo bantu muslim Rohingya dengan bersedekah melalui Campaign ini.

Untuk Mendukung Program ini Caranya :
1. Klik tombol warna kuning "SEDEKAH SEKARANG"
2. Pilih "NOMINAL" dengan klik "Tanda Panah Bawah" dan Sertakan Doa.
3. Isi Biodata di kolom yang tersedia dan "Klik Lanjut"
4. Pilih metode pembayaran (Tersedia Bank BCA/BRI/Mandiri/BNI Syariah) atau Dompet Sedekah jika sudah melakukan Login.
5. Silahkan transfer sesuai dengan invoice yang sudah disertakan kode unik yang sudah dikirim melalui email.
6. Dapatkan laporan via email dan pastikan email Daarul Qur'an berada di kotak masuk/primary Anda. Jika mengalami kesulitan bisa mengirimkan pesan kepada kami.

Yuk share sebanyak banyaknya campaign ini untuk membantu saudara muslim Rohingya di Bangladesh #kitabersamarohingya

Berikut ini adalah video aktifitas yang sedang di lakukan :

 

Rohingya, etnis muslim minoritas di Myanmar, kembali berduka. Krisis kemanusiaan  yang terjadi sejak Jumat (25/8) membuat mereka harus meninggalkan tanah kelahirannya dan bingung entah harus kemana.


(Sumber : NGO PPPA Daarul Qur'an di Pengungsian Rohingya)

Ratusan nyawa dilaporkan melayang dan puluhan ribu orang harus tinggal dalam kantong-kantong pengungsian.

Puluhan ribu muslim Rohingya pun akhirnya melarikan diri ke Bangladesh. Para muslim Rohingya memenuhi kantong-kantong pengungsian dan jumlahnya semakin bertambah setiap harinya. Setelah dikabarkan tentara Myanmar memasang ranjau diperbatasan dengan tujuan agar para pengungsi yang telah melarikan diri tidak bisa kembali ke Myanmar.


(Sumber : NGO PPPA Daarul Qur'an di Pengungsian Rohingya)

Untuk meringankan derita muslim Rohingya, PPPA Daarul Qur’an akan menggelar aksi kemanusiaan dan mengirimkan tim kemanusiaan terdiri dari tim medis dan cepat tanggap guna membantu para pengungsi yang berada di Bangladesh. Akses ke Myanmar yang tak bisa dijangkau tak menyurutkan langkah tim kemanusiaan PPPA Daarul Qur’an, untuk tetap melangsungkan aksinya menyampaikan kepedulian guna memenuhi kebutuhan pengungsi muslim Rohingya di Bangladesh. Bantuan logistik, selimut, makanan dan apapun sangat dibutuhkan. Semoga aksi kepedulian ini mengetuk pintu langit agar konflik kemanusiaan ini segera berakhir.

Sedekah sekarang..


(Sumber : NGO PPPA Daarul Qur'an di Pengungsian Rohingya)

 

(Update 1 PPPA Melepas Tim Kemanusiaan Menuju Cox's Bazar)

PPPA Daarul Qur’an mengirim tim kemanusiaan untuk saudara muslim Rohingya yang kini tengah mengungsi di perbatasan Myanmar-Bangladesh. Do’a bersama digelar pada Jumat (6/10) sore, untuk melepas tiga orang tim yang akan berangkat. Setelah mengurus perizinan keberangkatan, tim akan bertolak ke Cox’s Bazar pada Sabtu (7/10).


(sumber : kantor PPPA Daarul Qur'an saat Pelepasan Tim kemanusiaan Kita bersama Rohingya Menuju Bangladesh)

Jika tak ada halangan, tim kemanusiaan PPPA Daarul Qur’an diperkirakan sampai Cox’s Bazar pada Senin (9/10). Mereka yang berangkat ialah General Manager Program PPPA Daarul Qur’an Jahidin merangkap ketua tim, Asnal Ma’arif sebagai assatizh sekaligus penerjemah dan Koordinator Program PPPA Daarul Qur’an Didi Kurniawan yang bertanggungjawab untuk penyaluran logistik.

“Setelah sampai di Cox’s Bazar, bantuan paling utama yang akan kami berikan adalah pangan dan logistik," ujar Jahidin.

Data terakhir dari pusat pengungsian, sebanyak setengah juta lebih pengungsi Rohingya telah memasuki perbatasan Myanmar-Bangladesh. Meski sebagian masih terlunta di perjalanan menuju kantong-kantong pengungsian, kondisi pengungsi di Cox's Bazar mulai memprihatinkan. Jumlahnya terus bertambah, sedang kebutuhan baik sandang dan pangan mulai terbatas semakin hari makin tak layak.

Jahidin meminta do’a dari seluruh masyarakat khususnya para donatur dan jemaah PPPA Daarul Qur’an agar tim kemanusiaan dapat sampai dengan selamat, membawa amanah untuk menyalurkan bantuan kepada saudara-saudara muslim Rohingya dengan lancar tanpa hambatan.

“Mohon do’a agar Allah memudahkan perjalanan kami menuju Cox’s Bazar yang semata-mata untuk menyampaikan kepedulian masyarakat Indonesia untuk muslim Rohingya, Aamiin,” harapnya.

 

(update 2) Senin (9/10) tim kemanusiaan PPPA Daarul Qur'an yang terdiri dari 3 orang dan relawan lokal tiba di kamp pengungsian masyarakat Rohingya di Cox’s Bazar, Bangladesh. Selain akan memberikan bantuan bagi para pengungsi nantinya tim kemanusiaan ini juga membantu melengkapi fasilitas kegiatan keagamaan di pengungsian, seperti masjid dan TPA.

Data terakhir dari pusat pengungsian, sebanyak setengah juta lebih pengungsi Rohingya telah memasuki perbatasan Myanmar-Bangladesh. Sebagian masih terlunta di perjalanan menuju kantong-kantong pengungsian.

(Sumber : Tim kemanusiaan Rohingya PPPA Daarul Qur'an di Perbatasan Myanmar Bangladesh)

Kondisi pengungsi di Cox's Bazar mulai memprihatinkan. Jumlahnya terus bertambah, sedang kebutuhan  sandang dan pangan mulai terbatas  dan semakin hari makin tak layak. Tim PPPA sendiri akan fokus pada lokasi pengungsian di Balu Khali, ini merupakan kamp yang menampung ribuan pengungsi Rohingya dan banyak pendatang baru yang berdatangan. 

Kondisi pengungsi sangat memprihatinkan. Mereka mendirikan bangunan dengan bahan-bahan seadanya seperti kain-kain terpal dan seng untuk tempat tinggal. 

(Sumber : Tim kemanusiaan Rohingya PPPA Daarul Qur'an di Perbatasan Myanmar Bangladesh)

"Bantuan utama yang akan kita berikan adalah pangan dan logitisk" ujar ketua tim Jahidin, Senin (9/10)

Jahidin menambahkan saat ini beberapa kebutuhan mendesak untuk masyarakat Rohingya di pengungsian adalah makanan pokok, makanan bayi, alat sholat, renovasi masjid darurat di tempat pengungsian, penyediaan solar cell untuk alat penerangan serta Al-Qur'an untuk anak-anak mengaji. 

"Kita juga akan melengkapi fasilitas untuk kegiatan mengaji di kamp pengungsian ini. Alhamdulillah saat ini sudah dua ustad yang hafizh mengajar di lokasi ini dan setiap harinya membimbing anak-anak rohingya mengaji" ujarnya
Sedekah sekarang..

 

(Update 3 Lantunan Qur'an Anak-Anak Rohingya)

Empat hari sudah tim kemanusiaan peduli Rohingya PPPA Daarul Qur’an berada di kamp pengungsian Cox’s Bazar, Bangladesh. Berbagai bentuk bantuan mulai disalurkan kepada para pengungsi dari kebutuhan logistik hingga perlengkapan ibadah, seperti diketahui sebagian besar para pengungsi adalah muslim.

Saat menyusuri lokasi pengungsian, tim tertuju pada satu tempat yang kerap digunakan untuk beribadah, yaitu Madrasah Ma'had Al Ilmi. Madrasah ini milik masyarakat yang dekat dengan kamp. Terdapat masjid yang digunakan untuk ibadah, juga kelas-kelas untuk sekolah. Anak-anak dari warga sekitar dan pengungsi Rohingya berbaur di madrasah ini.


(Sumber : Tim kemanusiaan Rohingya PPPA Daarul Qur'an di Perbatasan Myanmar Bangladesh)

Kurang lebih 500 anak-anak muslim Rohingya begitu khusyuk melantunkan ayat-ayat suci Alqur’an. Selain menjadi tempat tinggal sementara, masjid ini memang menjadi salah satu tempat mereka belajar dan menghafal Alqur’an.

Meski hidup mereka terjepit masalah kebebasan hidup dan tempat tinggal, namun mereka tetap istiqomah menimba ilmu. Setiap pagi, siang dan sore dihabiskan anak-anak ini untuk belajar dan menghafal Alqur’an. Mereka tengah terlatih menjadi lebih kuat, orang-orang tua mereka mengajarkan sesulit apapun hidup jangan tinggalkan Tuhan.

Di Masjid Ma'had Al Ilmi ini, tim kemanusiaan telah menyampaikan amanah dari jemaah dan seluruh donatur PPPA Daarul Qur’an untuk menyalurkan bantuan. “Kemarin kami bangun dapur umum dan hari ini akan akan menyuplai perlengkapan ibadah,” ujar Ketua Tim Kemanusian PPPA Daarul Qur’an untuk Rohingya, Jahidin, Kamis (12/10).

Ke depan, tim kemanusiaan PPPA Daarul Qur’an akan melengkapi kebutuhan-kebutuhan yang masih kurang di Masjid Ma'had Al Ilmi. Sebab, sebagian guru-guru tahfizh yang berasal dari Balu Khali Camp juga menginap di masjid ini untuk mengajar anak-anak muslim Rohingya menghafal Qur’an.

“Kami terus mendukung kegiatan tahfizh yang sudah berjalan dengan menyuplai Alqur’an, alat belajar, makanan dan logistik bagi para pengungsi Rohingya. Semoga bantuan yang kami support ini menjadi ladang amal kebaikan bagi para donatur kami. Donasi andapun akan melahirkan penghafal Alqur’an dari sini,” tutur Jahidin.

Sedekah sekarang..

 

(Update 4 PPPA Renovasi Masjid Darurat di Cox's Bazar)

Ratusan ribu muslim Rohingya masih bertahan dari panasnya terik matahari, dinginnya angin malam dan hujan di kamp-kamp pengungsian di Cox’s Bazar, Bangladesh. Kantong-kantong pengungsian semakin terlihat padat, penuh dengan orang tua dan anak-anak. Bangunan yang digunakan untuk tinggal itu hanya menggunakan atap plastik beralas tanah, mereka hidup dengan fasilitas seadanya.

Begitu juga dengan tempat ibadah yang berdiri di kamp-kamp pengungsian, masih dengan atap plastik dan beralas terpal, muslim-muslim Rohingya melaksanakan salat wajib dan sunnah, mengaji, mendaras Alqur’an dengan sarana ala kadarnya.


(Sumber : Dokumentasi Tim Kemanusiaan PPPA Daarul Quran)

Sebelumnya, tim kemanusiaan PPPA Daarul Qur’an telah membangun dapur umum dan mendistribusikan makanan berupa nasi briyani sebanyak 600 kotak serta memotong satu ekor sapi untuk para pengungsi di Kutupalong Camp. Musim hujan di Cox’s Bazar memberikan banyak tantangan bagi pengungsi di kamp ini. Mulai penyakit, sanitasi yang buruk sampai jalan yang licin dan berbahaya. Selain logistik dan pangan, sarana ibadah juga dibutuhkan.

Karenanya untuk memberikan kenyamanan beribadah, tim kemanusiaan juga akan memperbaiki tempat-tempat ibadah di beberapa kamp pengungsian yang ada di Cox’s Bazar tersebut. Rencananya tim akan merenovasi masjid-masjid darurat. Ada tiga kamp yang menjadi fokus perbaikan masjid yakni Balu Khali Camp, Thainkali Camp dan Kutupalong Camp.

InsyaAllah, masjid-masjid darurat ini akan menjadi masjid permanen di masing-masing kamp. Jadi masjid yang atapnya masih plastik kami ganti seng, yang alasnya masih tanah kami semen dan kami juga distribusikan sajadah, Alqur’an serta perlengkapan salat lainnya,” ujar Ketua Tim Kemanusiaan PPPA Daarul Qur’an untuk Rohingya, Jahidin, Senin (16/10).


(Sumber : Dokumentasi Tim Kemanusiaan PPPA Daarul Quran)

General Manajer Program PPPA Daarul Qur’an ini mengatakan, timnya sudah membeli seng dan semen serta mendistribusikan logistik juga perlengkapan ibadah ke masing-masing kamp. “Renovasi masjid-masjid darurat ini akan kami sesuaikan dengan kebutuhan masing-masing kamp,” tuturnya.

Jahidin menyampaikan ucapan terima kasih dari pengungsi Rohingya untuk para donatur di Indonesia yang telah mengamanahkan dananya melalui PPPA Daarul Qur’an. “Mohon do’a agar masjid-masjid darurat yang akan kami renovasi berjalan dengan lancar. Semoga setiap bantuan dari seluruh jemaah dan donatur menjadi berkah, Aamiin,” harapnya.

Sedekah sekarang..

 

(Update 5 Wisuda Akbar Sampai di Pengungsian Rohingya) 

 

Semarak Wisuda Akbar 8 Dunia Menghafal tak hanya berlangsung di Indonesia melainkan menggema di berbagai belahan dunia lainnya pada Ahad (22/10). Peserta Wisuda Akbar begitu khidmat mengikuti hafalan surat Al Fath, salah satunya di kamp pengungsian Rohingya yang terletak di Cox's Bazar perbatasan Myanmar-Bangladesh.

Bangladesh menjadi negara ke tiga belas sebagai lokasi penyelenggaraan. Di tengah krisis kemanusiaan yang melanda muslim di sana mereka tetap istiqomah belajar agama dan menghafal Alqur’an. Khususnya puluhan anak-anak Rohingya yang begitu semangat mengikuti Wisuda Akbar 8.


(Sumber : Dokumentasi Tim Kemanusiaan PPPA Daarul Quran)

Gelaran menghafal Alqur’an bersama ini dilangsungkan di Masjid Al Mansur. Salah satu dari tiga masjid yang direnovasi PPPA Daarul Qur’an untuk para muslim Rohingya agar lebih nyaman beribadah. Sebelumnya kondisi masjid hanya beralaskan tanah dan atapnya hanya ditutup dengan plastik.

Alhamdulillah,  masjid yang terletak di Taingkali Camp itu kini sudah beralas semen dan atapnya ditutup dengan seng-seng yang kokoh. Wisuda Akbar 8 di kamp ini berjalan khusyuk. Acara dihelat dengan penuh hikmat. Mulai setoran hafalan, hingga tausyiah dari Syeikh Nur Salim Al Gharibi, salah satu Ulama Coxs Bazar Bangladesh.

Wisuda Akbar dibuka dengan pembacaan surat Ad Dhuha oleh salah satu santri Tangkali Camp, Abdul Halim (15). Suara merdu dan khas Bengali ini, membuat jemaah merenung dan terhentak hatinya, hingga meneteskan air mata. Moment khidmat ini pertama kalinya bagi mereka setelah perjuangan mencari perlindungan.

“Semangat anak-anak Rohingya untuk menghafal Qur’an patut diapresiasi, walau mereka  terpaksa tinggal di bedeng-bedeng yang hanya beralas tanah, beratap terpal dan ranting bambu sebagai tiang penopangnya,” ujar Ustad Asnal Ma’arif, salah satu Tim Kemanusiaan PPPA Daarul Qur’an untuk Rohingya.


(Sumber : Dokumentasi Tim Kemanusiaan PPPA Daarul Quran)

Sementara itu Syeh Nur juga sempat menyampaikan pesan dalam tausiyahnya kepada seluruh muslim Rohingya yang hadir dalam perhelatan Wisuda Akbar 8 di Masjid Al Mansur. “Kita harus tetap bertakwa dan selalu ingat kepada Allah meskipun hidup dengan keterbatasan yang kita punya saat ini," tuturnya.

Terlaksananya gelaran akbar dan kesempatan berharga setahun sekali ini dapat juga dirasakan saudara muslim Rohingya di tengah keterbatasan ini tak lepas dari dukungan jemaah Indonesia dan donatur PPPA Daarul Qur'an yang disalurkan melalui link ini..

Sedekah sekarang..

 

(Update 6 Satu Lagi, Masjid Baru di Pengungsian Rohingya )

Ratusan pengungsi baru etnis Rohingya setiap harinya masih terus berdatangan ke kamp-kamp pengungsian yang berada di perbatasan Myanmar-Bangladesh. Jumlah mereka pun kini hampir mencapai 1 juta.

Bagi mereka para pengungsi baru, mendapat tempat untuk membangun bendeng-bendeng dengan atap plastik dan beralas tanah seadanya sudah cukup. Sebab, bukit-bukit yang ada di kamp sudah dipenuhi para pengungsi yang lebih dulu berdatangan.

Mereka pasrah jika hujan datang. Tak jarang, air masuk melalui lubang-lubang dari atap plastik yang berlubang. Pun dengan alas tanah di dalam kamp mereka yang menjadi basah membuat tempat tinggal para pengungsi berlumpur.


(Sumber : Dokumentasi Tim Kemanusiaan PPPA Daarul Quran)

Sanitasi di setiap kamp-kamp pun sangat buruk. Bagi para pengungsi, melihat kotoran manusia berada di jalan-jalan ataupun di dekat tempat tinggal mereka sudah menjadi hal biasa.

PPPA Daarul Qur’an sendiri sebelumnya telah mendistribusikan bantuan ke sejumlah kamp-kamp pengungsian di Cox’s Bazar, Bangladesh. Bantuan logistik, pangan hampir setiap hari disalurkan kepada ribuan muslim Rohingya baik pengungsi lama maupun pendatang baru.

Melalui Tim Kemanusiaan untuk Rohingya, PPPA juga telah merenovasi salah satu masjid di Tangkali Camp. Masjid tersebut diberi nama Masjid Al Mansur. Tempat ibadah yang juga masih beratap terpal dan beralas tanah menjadi prioritas utama yang menjadi perhatian tim kemanusiaan.

Meskipun para muslim Rohingya tetap istiqomah menjalankan salat, mengaji bahkan membaca Alqur’an. Namun tak bisa dipungkiri, kondisi masjid yang masih beralas tanah dan beratap plastik sering membuat tak nyaman. Kini, PPPA telah merenovasi masjid ke dua di Kutupalong Camp.

“Agar lebih terlihat kuat dan kokoh, kami renovasi ulang masjid. Atap yang awal terpal, kami ganti seng. Alas bawah yang awal hanya tanah kami plester semen. Maka Jika hujan turun air tak dapat masuk dari atas ataupun samping-samping celah masjid,” ujar Koordinator Tim Kemanusiaan untuk Rohingya, Didi Kurniawan.

Didi bersama timnya akan terus berjelajah ke kamp-kamp pengungsian yang belum tersentuh untuk mendistribusikan bantuan dan mencari masjid-masjid yang harus direnovasi. “Kami juga memberikan karpet, toa, sajadah, Alqur’an dan beberapa perlengkapan ibadah lainnya. Ini salah satu ikhtiar PPPA Daarul Qur’an mencetak para penghafal Alqur’an di tanah-tanah pengungsi Rohingya,” tuturnya.

Rahmat Karim (40) salah satu pengungsi Rohingya menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh jemaah dan donatur PPPA Daarul Qur’an. “Alhamdulillah, amanah dari jemaah Indonesia, telah sampai kepada kami untuk pembangunan dan renovasi masjid,” ucapnya.

Sedekah sekarang..

 

(Update 7 Bangun Kembali Madrasah di Cox's Bazar)

Setelah merenovasi masjid darurat di sejumlah kamp pengungsian muslim Rohingya di perbatasan Myanmar-Bangladesh, kini PPPA Daarul Qur’an berencana membangun madrasah. Pembangunan madrasah menjadi tujuan berikutnya, sebab anak-anak Rohingya yang jumlahnya sangat banyak membutuhkan pendidikan yang cukup layak. Madrasah diharapkan menjadi wadah dan sarana belajar serta menutut ilmu Alqur’an bagi anak-anak Rohingya di pengungsian.

Lokasi pertama yang menjadi tempat pembangunan madrasah adalah Tangkali dan Balukhali Camp Cox’s Bazar, Bangladesh. Berita baik ini langsung menyebar, rona bahagia tampak dari senyum kecil bocah-bocah Rohingya setelah mengetahui akan dibangun madrasah di tempat mereka tinggal saat ini.

Koordinator Tim Kemanusiaan PPPA Daarul Qur’an untuk Rohingya Didi Kurniawan mengatakan, madrasah sederhana dibangun untuk mengembalikan semangat anak-anak Rohingya. Sebab setelah diterpa krisis kemanusiaan yang tak kunjung usai, kebanyakan dari mereka mengalami trauma mendalam dan dikhawatirkan akan mempengaruhi psikis mereka di masa yang akan datang.


(Sumber : Dokumentasi Tim Kemanusiaan PPPA Daarul Quran)

Menurutnya, madrasah menjadi kebutuhan mendesak di kamp-kamp pengungsian. Belum adanya tempat untuk anak-anak Rohingya belajar dan menghafal Qur’an menjadikan mereka terlantar tanpa bimbingan dan lebih banyak menghabiskan waktu untuk bermain.

“Mudah-mudahan dengan dibangunnya madrasah bisa menghidupkan cita-cita mereka yang sempat redup, memberikan mereka pendidikan yang baik sehingga mampu memantik kembali semangat mereka untuk belajar Alqur’an,” ujar Didi.

Didi yang sudah hampir satu bulan tinggal di Cox’s Bazar ini mengatakan, pemuda-pemuda muslim Rohingya sendiri banyak yang sudah menjadi hafizh Qur’an. Merekalah yang nantinya akan diberdayakan untuk menjadi guru-guru tahfizh di masing-masing madrasah yang telah dibangun PPPA Daarul Qur’an.

“Maka kami sediakan tempat untuk mereka belajar dan menghafal Alqur’an. Diharapkan dengan fasilitas madrasah ini, kegiatan belajar mengajar tahfizhul Qur’an di kamp-kamp pengungisan dapat terlaksana dengan baik dan lebih efektif,” ucap Didi.

Didi mengatakan, renovasi masjid-masjid darurat juga akan terus berjalan seiring dengan pembangunan madrasah. “Kami akan terus menelusuri kamp-kamp pengungsian yang masjidnya masih beralas tanah dan beratap plastik serta mendirikan mandrasah di kantong-kantong pengungsian tersebut,” ucapnya.

PPPA Daarul Qur’an sendiri membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin terlibat dalam program tersebut. Dukungan untuk pembangunan madrasah di kamp-kamp pengungsian Rohingya dapat disalurkan melalui rekening donasi untuk Rohingya. Semoga ikhtiar membangun madrasah ini menjadi jalan kebaikan dan balasan pahala yang terus mengalir.

Sedekah sekarang..

 

(update 8 Ribuan Sandal untuk Rohingya)

Bagi muslim Rohingya, mendapat tempat tinggal di kamp-kamp pengungsian sudah lebih dari cukup. Bagaimana tidak, bukit-bukti di sepanjang kamp yang terletak di perbatasan Myanmar-Bangladesh hampir penuh dengan terpal-terpal seadanya yang dibangun lantaran semakin hari jumlah pengungsi semakin bertambah.

Mereka terkadang lupa dengan kondisi kesehatan mereka sendiri. Tak pernah terlintas dalam benak para pengungsi memiliki baju ataupun sandal baru untuk melindungi tubuh mereka dari panasnya terik matahari dan dinginnya hujan. Belum lagi, paku-paku yang berserakan di tanah-tanah lokasi pengungsian.

Bagi mereka, memperoleh jatah makan setiap harinya sudah membuat para pengungsi bersyukur. Tim Kemanusiaan PPPA Daarul Qur'an untuk Rohingya terenyuh saat melihat ratusan ribu pengungsi khususnya anak-anak yang kakinya dipenuhi banyak luka akibat tak pernah memakai alas kaki.


(Sumber : Dokumentasi tim kemanusiaan PPPA Daarul Qur'an)

"Mungkin mereka enggak pernah pakai sandal sejak berjalan kaki ratusan kilometer dari perbatasan Myanmar hingga sampai ke kantong-kantong pengungsian di Bangladesh ini. Karena kami enggak pernah melihat ada satupun sandal di setiap kamp-kamp pengungsian," ujar Koordinator Tim Kemanusiaan PPPA Daarul Qur'an, Didi Kurniawan.

Karenanya tutur Didi, selain memberikan bantuan logistik, pangan dan membangun masjid serta madrasah, PPPA Daarul Qur'an juga mendistribusikan ribuan sandal. Ia berharap setelah mendapat sandal baru, para pengungsi Rohingya terbebas dari penyakit kulit.

"Tahap pertama kami salurkan 1000 paket sandal untuk warga Rohingya di Kutupalong Camp, Coxs Bazar, Bangladesh. Kamp-kamp lainnya juga menjadi target kami selanjutnya," ucapnya.

Didi bersyukur, umat muslim Rohingya menyambut baik pendistribusian ribuan sandal baru ini. Mereka langsung menggunakannya untuk pergi ke masjid, madrasah dan kemanapun para pengungsi pergi.

"Medan yang sulit di pengungsian memang menjadi tantangan hidup tersendiri bagi para pengungsi. Mudah-mudahan ribuan sandal ini dapat melindungi mereka. Terima kasih kepada seluruh donatur PPPA Daarul Qur'an yang selalu mendukung segala aktivitas kemanusiaan di Rohingya ini," tutur Didi.

Sedekah sekarang..

 

(Update 9 Madrasah Baru Anak-Anak Rohingya)

Senyum sumringah terpancar dari ratusan anak-anak muslim Rohingya saat melihat madrasah-madrasah baru berdiri kokoh di kamp-kamp mereka yang terletak di perbatasan Myanmar-Bangladesh. Raut bahagia tampak dari wajah-wajah polos mereka lantaran punya wadah baru untuk mengaji.

Kini, anak-anak Rohingya tak perlu lagi kebingungan mencari tempat untuk menimba ilmu dan menghafal Alqur’an. Sebab, PPPA Daarul Qur'an telah membangun madrasah di sejumlah kamp-kamp pengungsian.


(Sumber : Dokumentasi tim kemanusiaan PPPA Daarul Qur'an)

Koordinator Tim Kemanusiaan PPPA Daarul Qur'an untuk Rohingya Didi Kurniawan mengatakan, timnya bersama pengungsi telah bergotong-royong membangun madrasah dan merenovasi masjid-masjid darurat. Adapun lokasinya yakni di Tangkali, Kutupalong dan Balukhali Camp, Cox's Bazar, Bangladesh.

"Di Tangkali kami bangun satu madrasah, renovasi satu madrasah dan tiga masjid. Di Kutupalong kami buat satu madrasah dan dua masjid. Kemudian di Balukhali kami bangun satu masjid," ujar Didi.

Anak-anak muslim Rohingya begitu semangat saat mencoba madrasah baru meski dibangun dengan kesederhanaan. Para santri laki-laki terlihat tampan saat melantunkan ayat-ayat suci Alqur'an dengan peci-peci dan sarung baru mereka.

Begitu pula dengan anak-anak perempuan yang nampak anggun mengenakan kerudung yang baru diberikan kepada mereka atas amanah donatur PPPA Daarul Qur'an. "Alhamdulillah, kegiatan anak-anak Rohingya sekarang lebih fokus setelah madrasah ini berdiri. Sebab sebelumnya, mereka habiskan waktu hanya untuk bermain di pengungsian karena belum adanya fasilitas untuk mereka menimba ilmu," ucap Didi.

Tim Kemanusiaan PPPA Daarul Qur'an kata Didi, akan terus menelusuri kamp-kamp di sejumlah pengungsian lainnya yang belum memiliki madrasah dan masjid. Sebab selain logistik, tempat ibadah memang sangat dibutuhkan ratusan ribu pengungsi Rohingya.

Menurutnya, kegiatan-kegiatan keislaman di setiap kamp-kamp pengungsian sangat penting mengingat banyak sekali umat muslim Rohingya yang mengalami trauma dan dilanda kesedihan dalam krisis kemanusiaan yang terjadi. Karenanya, siraman Rohani akan memotivasi mereka untuk tetap semangat menjalani kehidupan di kantong-kantong pengungsian.

"Harapan kami, mereka tetap dapat beribadah dengan baik dan nyaman meskipun hidup dalam kekurangan. Kami juga akan terus menyelipkan nilai-nilai tahfizhul Qur’an di setiap kegiatan yang ada di masjid maupun madrasah," tutur Didi.

Sedekah sekarang..

 

(Update 10 Seribu Sarung untuk Rohingya)

Musim hujan di kamp-kamp pengungsian Rohingya di Cox's Bazar, Bangladesh mulai tiba. Tinggal di bangunan yang hanya beralas tanah, berdinding terpal dan beratap plastik membuat ratusan ribu pengungsi dihinggapi rasa dingin yang menusuk hingga ke tulang.

Apa lagi, kebanyakan dari pengungsi tak memiliki banyak baju dan pakaian mereka pun kurang dari kata layak. Sebab, tak ada barang yang cukup banyak untuk dibawa saat berjalan ratusan kilometer dari Rakhine menuju kamp-kamp pengungsian di Cox's Bazar.


(Sumber : Dokumentasi tim kemanusiaan PPPA Daarul Qur'an)

Para lelaki dan anak-anak lebih sering menggunakan kaos oblong dan sarung pun untuk mereka ibadah, sementara para ibu menggunakan daster dan jilbab seadanya. Hanya itu yang masih tersisa, kadang digunakan selama tiga sampai empat hari.

Kondisi tersebut menggerakkan tim kemanusiaan PPPA Daarul Qur'an mebagikan seribu sarung di Tangkali Camp, Cox's Bazar, Bangladesh. "Ungkapan rasa syukur dari para pengungsi, setelah ribuan sandal kini ribuan sarung mereka terima. Perlahan kebutuhan mereka diganti, mudah-mudahan bantuan ini bermanfaat buat mereka," ujar Koordinator Tim Kemanusiaan untuk Rohingya, Didi Kurniawan.

Kepedulian untuk pengungsi Rohingya di Cox's Bazar masih mengalir melalui pundi-pundi penghimpunan PPPA Daarul Qur'an, amanah tersebut langsung disalurkan oleh tim kemanusiaan yang bertugas di lokasi. Semoga ungkapan syukur dan terima kasih dari para pengungsi menjadi jutaan keberkahan bagi para donatur, Aamiin.

Sedekah sekarang..

Rp. 100.000

Nur
23 November 17

Semoga Allah menjaga kita semua dari kejahatan bani kafirun


Rp. 500.000

Satrio umar gani
23 November 17

Semoga allah selalu melindungi saudara2 kita yang ada di rohingya


Rp. 1.000.000

Paris
23 November 17

Semoga Allah menguatkan iman saudara2 kita di rohingya dan membuat mereka menjadi bisa melawan dan kembali merdeka...amiiin


Rp. 20.000

Hamba Allah
22 November 17

Semoga Berkah Amiiin


Rp. 500.000

Hamba Allah
21 November 17

Semoga Allah memberikan perlindungan kepada seluruh muslimin..


TAMPILKAN DONATUR LAINNYA

SHARE