Beasiswa Santri Pesantren Takhassus

Oleh: Daarul Qur'an ( Admin Daarul Qur'an)

Menanti Syamsiah, Mutiara dari Timor, Hidup dalam kemiskinan dan ketidakberdayaan, tak menyurutkan langkah Syamsiah, gadis asal Dusun Oe Ue, Amanuban

14.66%
Rp. 7.331.543
13
7 Hari lagi
SHARE

 

Hidup dalam kemiskinan dan ketidakberdayaan, tak menyurutkan langkah Syamsiah, gadis asal Dusun Oe Ue, Amanuban Timur, Kabupaten Timor Timur Selatan, Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk meraih prestasi.


(Dokumentasi : Santri Beasiswa Takhassus Cikarang)

Alhamdulillah, kini santriwati Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an Takhassus itu telah selesai menghafal 30 juz. Syamsiah yang dibesarkan dalam keterbatasan itu kini dinanti banyak orang. Ia akan meneruskan dakwah PPPA Daarul Qur’an di pelosok NTT.

Pesantren Takhassus didirikan memang untuk merangkul generasi muda dan penghafal Alqur’an berprestasi meraih cita-cita. Mereka yang tak dapat melanjutkan sekolah karena masalah biaya, akan ditempatkan di pesantren full beasiswa ini.

Pesantren Takhassus menjadi wadah pengkaderan, menata generasi muda Indonesia bahkan dunia untuk menjadi pemimpin berkarakter Qur’ani. Setelah lulus, para santri siap mendawamkan Al Quran serta menebar ilmu-ilmu Islam di seluruh penjuru dunia.

Syamsiah adalah salah satu dari 209 santri yang belajar di enam Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an Takhassus. Setiap tahunnya PPPA Daarul Qur’an selalu menerima santri baru dengan tujuan melahirkan pemimpin yang ahlul Qur’an.

Untuk Mendukung Program ini Caranya :

1. Klik tombol "SEDEKAH SEKARANG"
2. Pilih "NOMINAL" dengan klik "Panah Bawah" dan Sertakan Doa.
3. Isi form yang sudah tersedia dengan benar
4. Pilih metode pembayaran (Transfer Bank BCA, BRI, Mandiri, BNI Syariah dan BNI Virtual Account) dan jika sudah login bisa menikmati fasilitas "Komitmen Sedekah"
5. Transfer sesuai dengan kode unik yang terdapat di invoice yang sudah dikirim melalui email atau sms.

6. Jika menggunakan metode pembayaran BNI Virtual Account diharapkan sesuai dengan total biaya yang sudah ditambahkan dengan biaya admin bank.
7. Dapatkan update laporan program via email dan pastikan email Daarul Qur'an berada di kotak masuk/primary Anda.
(**Jika Anda mengalami kesulitan bisa mengirimkan pesan chat kepada kami dengan klik "Tombol Bantuan")

(Update 2) Wisuda Purna Pesantren Takhassus Angkatan Perdana

Sebanyak 29 santri dari Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an Takhassus (Cikarang, Cinagara, Cimanggis) melaksanakan Wisuda Purna angakatan I di Pesantren Takhassus Cimanggis, Depok, Minggu (13/5).

(Sumber : Kegiatan Wisuda Santri Takhassus Putri)

Para santri berhak diwisuda setelah dinyatakan lulus ujian hafalan 30 Juz, Dirosah Islamiyah dan memiliki akhlak yang sesuai dengan Daqu Method.

Pasca wisuda, para santri yang berasal dari seluruh Indonesia ini disebar untuk pengabdian selama setahun di Pesantren Takhassus dan Rumah Tahfizh di berbagai pelosok Nusantara.

"Selain pengabdian, para santri menyiapkan pengambilan Sanad Qur’an dan ujian masuk PTN," ujar Sholehuddin, Pengasuh Pesantren Takhassus.

Pesantren Takhassus digagas Daarul Qur’an untuk menyiapkan kader pemimpin hafal Qur’an yang siap berdakwah di akar rumput. Setelah proses pendidikan di Takhassus, mereka akan kembali dan membangun kampung halaman mereka dengan cahaya Al Qur’an.

 

(Update 1) Hafizah Baru dari NTT

Sulit bagi Tarsin Nobisa (45) melihat foto-foto Wisuda Tahfizh Nasional (WTN) 2018 yang dihelat Daarul Qur'an pekan lalu di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Ahad (29/4). Ia dan keluarga tak pernah menyangka Rahmawati Boimau, anaknya yang pertama, berada dalam deretan wisudawan-wisudawati di depan ruang utama masjid terbesar di Asia Tenggara itu. 



Maklum, Tarsin hidup sebagai petani jagung dan penenun kain merasa tidak punya ilmu apa-apa, apalagi hafal Qur'an. Maka tidak heran jika Tarsin tak mampu menahan basah air mata jika mendengar kabar Wati sapaan akrab Rahmawati, menyelesaikan hafalan 30 juz di Rumah Tahfizh Daarul Qur'an Ciledug, Tangerang. 

“Memang, sejak SMP Wati ingin menyelesaikan hafalan Qur’an,” ujar Tarsin.

Jarak yang jauh memang tidak mudah, baik bagi Wati maupun Tarsin. Sudah enam tahun berada di rumah tahfizh, tak pernah sekalipun Tarsin kunjung datang menjenguk. Bertani jagung dan menenun kain memang hanya cukup untuk makan sehari-hari. 

“Saya dan keluarga hanya bisa kirim doa dari jauh,” tambah Tarsin dengan suara parau.

Wati memutuskan hijrah ke Jawa selepas masuk SMP. Ia dan beberapa kawan dari Kampung Qur’an Oe Ue, Amanuban Timur,  Nusa Tenggara Timur (NTT) bertekad untuk menyelesaikan hafalan Qur’an dan kelak mereka akan kembali ke kampung halaman. Tujuannya sederhana, agar bisa mengajar adik-adik mereka belajar Al Qur’an. 

Mendidik wati dan ribuan anak Indonesia, adalah ikhtiar PPPA Daarul Qur’an menyiapkan kader lokal untuk meneruskan dakwah Al Qur’an di pelosok-pelosok Indonesia. Melalui rumah tahfizh, PPPA Daarul Qur’an terus bekerja membangun Indonesia dan dunia dengan Al Qur’an.

Rp. 100.000

Asiah
21 May 18

Semoga diberikan kesehatan, dan dikabul segala hajat. Amiinnn Yarobbal Alamin


Rp. 100.000

Hayati
21 May 18

semoga diberikan kesehatan, kelancaran rezeki dan terkabul segala hajat


Rp. 100.000

Defi Indra & Keluarga
11 May 18


Rp. 150.000

Salvia Zahra Hafidza
16 May 18

Semoga dari sedekah kecil ini dapat meringankan beberapa umat


Rp. 50.000

Albie Luqman Fakhry
13 May 18

Mudah-mudahan ananda kami yang bernama Marva Cikal dan Moch Zada bin Albie Luqman Fakhry bisa juga menjadi penghafal al-qur'an.


TAMPILKAN DONATUR LAINNYA

SHARE