Bangun Shelter untuk Palu dan Donggala

Oleh: Daarul Qur'an ( Admin Daarul Qur'an)

Dari Shelter Tahfizh menjadi Kampung Qur'an Sadaunta, Konsep ITS yang direncanakan dengan 300 hunian sarana ibadah, air bersih, toilet.

OPEN GOAL
Rp. 112.632.579
513
SHARE

 

Dari Shelter Tahfizh menjadi Kampung Qur'an Sadaunta


Sumber : Desain masjid yg akan di bangun oleh PPPA Daarul Qur'an

Gempa bumi 7,4 SR yang melanda Palu, Sigi, Donggala dan Parigi (Sulawesi Tengah) menyisakan duka amat mendalam. Kita diperlihatkan bagaimana Petobo, Balaroa, Jono Oge dan Sibalaya tenggelam. Pun tsunami yang menghantam Teluk Palu mengakibatkan Ribuan orang hilang dan meninggal. Para korban juga kehilangan tempat tinggal karena tanah bergeser dan likuifaksi menelan rumah-rumah mereka.

PPPA Daarul Qur’an menerjunkan tim Santri Siaga Bencana (SIGAB) melalui jalur Makassar-Mamuju-Polewali Mandar-Palu untuk membantu evakuasi, distribusi logistik, pembuatan shelter darurat dan gerilya layanan medis. Tiga pekan lebih bergerak di fase emergency, PPPA mencoba menawarkan konsep Integrated Tahfizh Shelter (ITS) sebagai solusi bagi warga yang kehilangan rumah akibat likuifaksi, terutama di Kelurahan Petobo, Palu Selatan.

Konsep ITS yang direncanakan dengan 300 hunian sarana ibadah, air bersih, toilet, pengembangan tahfizh dan dakwah memang sangat ideal. Hunian ini diperkirakan maksimal dapat ditempati warga selama dua tahun sembari menunggu warga direlokasi ke tempat yang permanen. Setelahnya akan dihibahkan kepada masyarakat setempat untuk menjadi pesantren. Dengan harapan sarana yang sudah dibangun tetap hidup dan menjadi program jangka panjang.

Setelah tim melakuan assessment, Alhamdulillah banyak respon warga untuk menawarkan lahan. Baik di wilayah Palu maupun Sigi. Namun, setelah melakukan pendalaman, tim memutuskan untuk mencari alternatif program selain shelter. Hal itu lantaran lahan-lahan yang ada di Petobo, mayoritas sengketa. Sehingga tidak bisa digunakan untuk pengembangan program pasca shelter pengungsian.

Saat ini, PPPA hanya bisa membuat shelter-shelter darurat di Petobo. Kemudian, pemerintah meminta pengungsi likuifaksi Petobo untuk menempati shelter-shelter darurat yang ada di wilayah Petobo, bukan di wilayah kabupaten lain. Karananya, opsi membuat ITS di Kabupaten Sigi sulit diwujudkan. Apalagi, jarak Petobo dengan rencana lahan ITS di Sigi sejauh 15 KM. PPPA pun memutuskan untuk mengganti strategi pembangunan ITS menjadi Kampung Qur’an.

Dalam kegempaan, sejatinya yang hilang adalah atap berteduh. Sedang mata pencaharian tetaplah utuh. Namun warga tak mungkin hidup normal dan kembali ke ladang jika masih tidur di tenda beralas tanah. Oleh karena itu, pasca gempa Sulawesi Tengah ini, PPPA Daarul Qur’an akan membangun Kampung Qur’an, sebuah kawasan pengembangan masyarakat berbasis tahfizul Qur’an pasca bencana. Lokasi Kampung Qur’an di Dusun Sadaunta, Desa Namo, Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi.

Profil Kampung Qur’an Sadaunta


Sumber : Dokumentasi PPPA Daarul Qur'an Saat Syeikh Adam Memberikan motivasi

Sadaunta tepat berada di bawah Taman Nasional Lore Lindu. Dapat ditempuh tiga jam dari Palu melalui jalur perbukitan yang sebagian bekas longsor. Sadaunta sempat terisolir akibat akses jalan terputus. Sehingga bantuan logistik didistrbuikan dengan helikopter.

Sadaunta adalah dusun kecil yang dihuni sekitar 40 Kepala Keluraga (KK) dengan masyarakat 100 persen muslim. Berada di daerah ketinggian, mayoritas penduduk Sadaunta adalah petani kakao. Seluruh warga kini bertahan hidup ditenda-tenda seadanya. Pascagempa tak ada satupun dari mereka yang berani tidur di rumah, apa lagi rumah-rumah mereka kini sudah tak layak dihuni kembali. Karenanya, PPPA Daarul Qur’an akan membangun 40 rumah Qur’an dan masjid di Dusun Sadaunta. Rumah Qur’an dibangun dengan konsep Recycle House, memanfaatkan sisa puing rumah yang masih bisa digunakan.

Pembangunan rumah menggunakan metode berkelompok, sehingga mentransformasi nilai kegotong-royongan warga. Juga, didampingi da’i untuk pendampingan spiritual dan aktivasi kegiatan tahfizh. Konsep ini telah digunakan PPPA Daarul Qur’an sebagai pendekatan program Kampung Qur’an pasca becana di beberapa tempat seperti Halmahera, Merapi dan Lombok. Saat ini telah lahir generasi penghafal Qur’an di daerah-daerah tersebut. Halmahera sendiri tepatnya Desa Bobanehena sudah jadi kampung wisata religi dengan anak-anak pengahfal Qur’an di setiap sudut kampung.

Kampung Qur’an diharapkan membuat masyarakat Desa Sadaunta kembali bergeliat dengan membangun rumah dan masjid mereka. InsyaAllah, Sadaunta akan seperti Halmahera, Merapi dan Lombok. Kampung ini akan jadi pusat pengembangan tahfizh dan melahirkan penghafal-penghafal Qur’an baru. Aamiin.

 

Untuk Mendukung Program ini Caranya :
1. Klik tombol "SEDEKAH SEKARANG"
2. Pilih "NOMINAL" dengan klik "Panah Bawah" dan Sertakan Doa.
3. Isi form yang sudah tersedia dengan benar
4. Pilih metode pembayaran (Transfer Bank BCA, BRI, Mandiri, BNI Syariah dan BNI Virtual Account) dan jika sudah login bisa menikmati fasilitas "Komitmen Sedekah"
5. Transfer sesuai dengan kode unik yang terdapat di invoice yang sudah dikirim melalui email atau sms.

6. Jika menggunakan metode pembayaran BNI Virtual Account diharapkan sesuai dengan total biaya yang sudah ditambahkan dengan biaya admin bank.
7. Dapatkan update laporan program via email dan pastikan email Daarul Qur'an berada di kotak masuk/primary Anda.
(**Jika Anda mengalami kesulitan bisa mengirimkan pesan chat kepada kami dengan klik "Tombol Bantuan")

Update 3, Dari Shelter Tahfizh menjadi Kampung Qur'an Sadaunta


Sumber : Dokumentasi Saay Syeikh Adam memberikan Ceramah untuk Masyarakat Korban Gempa dan Stunami Palu

Gempa bumi 7,4 SR yang melanda Palu, Sigi, Donggala dan Parigi (Sulawesi Tengah) menyisakan duka amat mendalam. Kita diperlihatkan bagaimana Petobo, Balaroa, Jono Oge dan Sibalaya tenggelam. Pun tsunami yang menghantam Teluk Palu mengakibatkan Ribuan orang hilang dan meninggal. Para korban juga kehilangan tempat tinggal karena tanah bergeser dan likuifaksi menelan rumah-rumah mereka.

PPPA Daarul Qur’an menerjunkan tim Santri Siaga Bencana (SIGAB) melalui jalur Makassar-Mamuju-Polewali Mandar-Palu untuk membantu evakuasi, distribusi logistik, pembuatan shelter darurat dan gerilya layanan medis. Tiga pekan lebih bergerak di fase emergency, PPPA mencoba menawarkan konsep Integrated Tahfizh Shelter (ITS) sebagai solusi bagi warga yang kehilangan rumah akibat likuifaksi, terutama di Kelurahan Petobo, Palu Selatan.

Konsep ITS yang direncanakan dengan 300 hunian sarana ibadah, air bersih, toilet, pengembangan tahfizh dan dakwah memang sangat ideal. Hunian ini diperkirakan maksimal dapat ditempati warga selama dua tahun sembari menunggu warga direlokasi ke tempat yang permanen. Setelahnya akan dihibahkan kepada masyarakat setempat untuk menjadi pesantren. Dengan harapan sarana yang sudah dibangun tetap hidup dan menjadi program jangka panjang.

Setelah tim melakuan assessment, Alhamdulillah banyak respon warga untuk menawarkan lahan. Baik di wilayah Palu maupun Sigi. Namun, setelah melakukan pendalaman, tim memutuskan untuk mencari alternatif program selain shelter. Hal itu lantaran lahan-lahan yang ada di Petobo, mayoritas sengketa. Sehingga tidak bisa digunakan untuk pengembangan program pasca shelter pengungsian.

Saat ini, PPPA hanya bisa membuat shelter-shelter darurat di Petobo. Kemudian, pemerintah meminta pengungsi likuifaksi Petobo untuk menempati shelter-shelter darurat yang ada di wilayah Petobo, bukan di wilayah kabupaten lain. Karananya, opsi membuat ITS di Kabupaten Sigi sulit diwujudkan. Apalagi, jarak Petobo dengan rencana lahan ITS di Sigi sejauh 15 KM. PPPA pun memutuskan untuk mengganti strategi pembangunan ITS menjadi Kampung Qur’an.

Dalam kegempaan, sejatinya yang hilang adalah atap berteduh. Sedang mata pencaharian tetaplah utuh. Namun warga tak mungkin hidup normal dan kembali ke ladang jika masih tidur di tenda beralas tanah. Oleh karena itu, pasca gempa Sulawesi Tengah ini, PPPA Daarul Qur’an akan membangun Kampung Qur’an, sebuah kawasan pengembangan masyarakat berbasis tahfizul Qur’an pasca bencana. Lokasi Kampung Qur’an di Dusun Sadaunta, Desa Namo, Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi.

Profil Kampung Qur’an Sadaunta


Sumber : Desain Masjid yang akan di bangun

Sadaunta tepat berada di bawah Taman Nasional Lore Lindu. Dapat ditempuh tiga jam dari Palu melalui jalur perbukitan yang sebagian bekas longsor. Sadaunta sempat terisolir akibat akses jalan terputus. Sehingga bantuan logistik didistrbuikan dengan helikopter.

Sadaunta adalah dusun kecil yang dihuni sekitar 40 Kepala Keluraga (KK) dengan masyarakat 100 persen muslim. Berada di daerah ketinggian, mayoritas penduduk Sadaunta adalah petani kakao. Seluruh warga kini bertahan hidup ditenda-tenda seadanya. Pascagempa tak ada satupun dari mereka yang berani tidur di rumah, apa lagi rumah-rumah mereka kini sudah tak layak dihuni kembali. Karenanya, PPPA Daarul Qur’an akan membangun 40 rumah Qur’an dan masjid di Dusun Sadaunta. Rumah Qur’an dibangun dengan konsep Recycle House, memanfaatkan sisa puing rumah yang masih bisa digunakan.

Pembangunan rumah menggunakan metode berkelompok, sehingga mentransformasi nilai kegotong-royongan warga. Juga, didampingi da’i untuk pendampingan spiritual dan aktivasi kegiatan tahfizh. Konsep ini telah digunakan PPPA Daarul Qur’an sebagai pendekatan program Kampung Qur’an pasca becana di beberapa tempat seperti Halmahera, Merapi dan Lombok. Saat ini telah lahir generasi penghafal Qur’an di daerah-daerah tersebut. Halmahera sendiri tepatnya Desa Bobanehena sudah jadi kampung wisata religi dengan anak-anak pengahfal Qur’an di setiap sudut kampung.

Kampung Qur’an diharapkan membuat masyarakat Desa Sadaunta kembali bergeliat dengan membangun rumah dan masjid mereka. InsyaAllah, Sadaunta akan seperti Halmahera, Merapi dan Lombok. Kampung ini akan jadi pusat pengembangan tahfizh dan melahirkan penghafal-penghafal Qur’an baru. Aamiin.

 

Update 2, Ini Desain Shelter Tahfizh untuk Palu


Sumber : Dokumentasi PPPA Daarul Qur'an untuk desain shelter tahfizh yang akan di bangun

PPPA Daarul Qur’an akan membangun Integrated Tahfizh Shelter (ITS) untuk korban gempa dan tsunami di Palu, Sigi dan Donggala (Sulawesi Tengah). Bekerja sama dengan Gift of The Givers lembaga kemanusiaan dari Afrika Selatan, pengerjaan ITS atau shelter tahfizh direncanakan mulai Oktober 2018 ini.

Ketua Komando Tim Siaga Bencana (SIGAB) PPPA Daarul Qu’an, Ilyas Abdullah mengatakan shelter tahfizh adalah hunian semi permanen yang bisa jadi tempat bernaung para korban yang rumahnya kini telah rata dengan tanah dan sebagian terendam lumpur pasca peristiwa likuifasi di Desa Petobo.

“Tinggal di pengungsian yang hanya beralas tanah dan beratap terpal membuat mereka mudah terserang penyakit. Karena itu kami mendirikan Shelter Tahfizh sebagai hunian layak bagi para korban gempa bumi dan tsunami,” ujar Ilyas.

ITS atau Shelter Tahfizh tutur Ilyas, dibangun dari material kayu yang artistik. Sebanyak 300 hunian akan dibangun dan ditambah dengan sarana penunjang lainnya yang jadi kebutuhan masyarakat Palu, Sigi, Donggala.

“Shelter Tahfizh dapat menghimpun sekitar 500-1000 jiwa. Di dalamnya sudah mencakup tempat tinggal, ibadah (mushola/masjid), pendidikan non formal, pusat belajar tahfizh, MCK, ruang publik (relaksasi/olahraga) dan lain-lain,” ucap Ilyas.

PPPA Daarul Qur’an kata Ilyas, akan terus mendampingi warga yang tinggal di Shelter Tahfizh melalui pendekatan dakwah dan menyelipkan nilai-nilai tahfizhul Qur’an di setiap kegiatan. Membuat mereka bangkit kembali menjalani hidup ke depannya adalah tujuan utama.

“Kami mengajak seluruh masyarakat Indonesia yang ingin terlibat dalam pembangunan Shelter Tahfizh dapat langsung berdonasi di sedekahonline.com atau rekening kemanusiaan PPPA Daarul Qur’an,” ujar Ilyas.

 

Update 1, SIGAB Dirikan Shelter Darurat


Sumber : Dokumentasi PPPA Daarul Quran Makassar bersama NGO Afrika untuk membangun tenda darurat

Tim Siaga Bencana (SIGAB) PPPA Daarul Qur’an mendirikan shelter darurat untuk korban gempa bumi dan tsunami Palu, Sigi, Donggala. Shelter ini akan jadi hunian sementara para korban sebelum Integrated Tahfizh Shelter (ITS) dibangun. Sekitar 80 shelter darurat akan jadi tempat bernaung warga sebelum shelter tahfizh selesai pembangunannya.

PPPA Daarul Qur’an juga telah bekerja sama dengan Give of Givers lembaga kemanusiaan dari Afrika Selatan dalam pembangunan ITS. Shelter tahfizh akan dibangun Oktober ini dan diperkirakan rampung pada Desember nanti. Selain fokus pada pembangunan shelter, PPPA Daarul Qur’an masih terus bergerilya menyalurkan bantuan logistik ke Palu, Sigi dan Donggala.

“Semoga shelter darurat yang didirikan nanti dapat memfasilitasi masyarakat yang jadi korban gempa bumi dan tsunami di Palu, Sigi, Donggala. Di sini (shelter darurat) kami juga bangun posko darurat dan layanan kesehatan untuk warga,” ujar Ketua Komando SIGAB PPPA Daarul Qur’an, Ilyas Abdullah yang saat ini masih bertugas di Sulawesi Tengah sejak 29 Agustus lalu.


Sumber : Dokumentasi PPPA Daarul Quran Makassar bersama NGO Afrika untuk membangun tenda darurat

ITS atau Shelter Tahfizh tutur Ilyas, nantinya akan menampung sekitar 500-1000 jiwa. Baik di shelter darurat ataupun shelter tahfizh, warga akan dibina seperti di pesantren untuk masa transisi menuju recovery dan relokasi. Tim SIGAB akan mendampingi warga melalui pendekatan dakwah dan menyelipkan nilai-nilai tahfizhul Qur’an di setiap kegiatan.

“Mohon doa supaya shelter tahfizh segera rampung pembangunannya agar para korban gempa bumi dan tsunami Palu, Sigi, Donggala bisa mendapat tempat tinggal yang lebih layak dan bisa bangkit kembali melanjutkan kehidupan mereka ke depan. Aamiin,” harap Ilyas.

Klik sedekahonline.com membantu dan terlibat dalam pembangunan Shelter Tahfizh bagi para korban gempa bumi dan tsunami Palu, Sigi, Donggala.

100.000

Hamba Allah
12 December 18

Ya Allah limpahkan lah rezeki yg halal dan berilah taufiq juga hidayah kepada hamba ya istri anak anak juga zuriyat, ampun kan dosa kedua orang tua kami muslimin muslimat


100.000

Hamba Allah
12 December 18

Ya Allah ampunkanlah dosaku dan jauhkan AQ dari siksa alama kubur dan neraka berkahil a rezeki ku lancarkan ya Allah syg Sulit jd mudah akan lah jadikan AQ org sukses dan bermanfaat untuk org banyak selamatkan dunia dunia akhirat amin amin amin


100.000

Hamba Allah
11 December 18

Bismillahirrohmanirrohiim. Semoga dengan sedekah ini untuk kebaikan hubungan dengan orang yg sy cintai, Kumoro Setyo Wibowo, semoga keberkahan sedekah ini membuat hubungan cinta kami langgeng. Aamiin


20.000

Hamba Allah
11 December 18

Ya Allah ampunilah semua dosa2 kami, kabulkanlah hajat2 semua hamba-Mu, mudahkanlah dan tolong kami di setiap urusan yang kami kerjakan, serta rahmatilah kami dengan kasih sayang Mu. Ya Allah.. kabulkan juga 3 hajat ku tahun 2018 ini. Ijinkan aku menikahi wanita yang aku cintai, berikan aku kekayaan harta yg berlimpah, berkah dan halal untuk ku belanjakan di jalan-Mu, dan berikan rumah impian ku.. Aaminn


100.000

Nur
10 December 18

Mudah"an berkah


TAMPILKAN DONATUR LAINNYA

SHARE